Cerpen
Boneka Fantasi
by : Henny Anggraeni
“Woy, Auby!” panggil Gladys kepada
Auby sambil melempar pensil. Auby lalu bangun dari tidurnya sambil
mengelus-elus kepalanya yang sakit karena dilempar pensil oleh Gladys.
“Kenapa loe tidur di sekolah sih?
Apa loe nggak tidur di rumah ya?” tanya Gladys pada Auby. Auby tidak menjawab
dan hanya menatap Gladys dengan kesal.
“Oh iya, gue lupa. Orang tua loe
yang kaya itu udah meninggal ya! Terus sekarang loe tinggal di jalanan deh.”
Lanjut Gladys dengan nada meledek.
“Gue nggak tinggal di jalanan, gue
juga punya rumah.” Ucap Auby lantang. Auby lalu beranjak dari bangkunya dan
bergegas keluar dari kelasnya, dan.....
‘Gubrak.....!!!’ Auby terjatuh
ketika berjalan ke arah pintu kelasnya. Semua orang yang ada di kelas itu pun
tertawa melihat kecerobohan Auby karena ia terjatuh akibat tersandung oleh
kakinya sendiri.
“Aiisshh....,” gerutu Auby. Lalu,
dari arah pintu kelas, terlihat ada empat cowok yang memasuki kelas itu.
“Loe nggak apa-apa kan?” tanya
salah satu dari mereka sambil mengulurkan tangannya kepada Auby. Auby pun
menerima uluran tangannya dan bergegas pergi meninggalkan kelas.
Auby tidak merasa benci ataupun
dendam kepada mereka karena itu bukan pertama kalinya dia diperlakukan seperti
itu. Dulu, Auby adalah anak orang kaya. Tapi, setelah kedua orang tuanya
meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat, dia sekarang harus tinggal di sebuah
mobil kemah. Banyak teman-teman Auby yang mengejeknya karena hal itu, tapi itu
bukan masalah baginya. Pikir Auby saat berada di atap sekolah. Tiba-tiba.....
“Siapa kalian? Huh?” tanya Auby
kepada empat cowok yang entah dari mana datangnya.
“Loe nggak usah takut sama kita!”
ucap salah satu dari mereka.
“Jangan berani-berani kalian
mendekat. Pergi! Pergi!” teriak Auby pada mereka.
“Loe bener-bener nggak tau kita?”
tanya salah satu dari meraka lagi. Auby bingung dengan pertanyaan itu. Dia
berpikir apakah dia kenal dengan mereka ataupun pernah bertemu dengan mereka,
tapi sepertinya tidak. Lalu, Auby melempar mereka dengan sapu dan segera pergi meninggalkan keempat cowok aneh
itu.
Auby masih memikirkan siapa mereka
sebenarnya saat ia di dalam kamar mandi. Ketika Auby akan keluar tiba-tiba,
‘Byuurrr....!!’ ada yang sengaja menyiramnya dengan air dari atas kamar mandi.
“Huuufft..,” keluhnya kesal.
Saat itu juga, ada empat cewek
keluar dari kamar mandi dengan wajah senang dan puas atas apa yang baru saja
dilakukannya. Keempat cowok yang ada di atap tadi, datang dan menghalangi jalan
empat cewek yang diketahi baru saja menyiram Auby. Keempat cowok yang bernama
Jason, Rocky, Wilson, dan Sandy tersebut berhasil membawa keempat cewek tadi ke
rumah Auby untuk meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya.
“Jadi kalian yang membawa mereka
kemari?” tanya Auby kepada keempat cowok itu.
“Hmm..,” jawab Jason singkat.
“Maaf soal yang di atap tadi, gue
kira kalian orang jahat dan untuk malam ini makasih ya kalian udah nolongin
gue. Kalian boleh pulang sekarang karena ini juga udah malam.” Ucap Auby pada
mereka berempat lalu segera masuk ke rumahnya.
“Auby! Tapi....,” ucap Rocky
terpotong karena Auby dengan cepat menutup pintu rumahnya.
Saat Auby bangun tidur ia terkejut
karena empat cowok tadi malam tidur di kasur depan rumahnya. Auby pun
membangunkan mereka, “Woy, bangun! Kalian kok tidur di sini sih? Kemarin kan
gue nyuruh kalian pulang!” teriak Auby kepada mereka.
“Santai aja kali! Loe nggak mau
pergi ke sekolah? Nggak takut telat?” tanya Wilson pada Auby. Auby lalu melihat
handphonenya dan..,
“Uuhhh..., sial.” Setelah itu,
Auby lalu bersiap-siap untuk berangkat sekolah.
Saat Auby tiba di sekolah, ia
melihat di mading bahwa akhir tahun ini akan diadakan festival dance. Ia pun
lalu menuju ke kelas untuk memberitahu Wendy, teman dekatnya tentang berita
itu. Ia dan Wendy beberapa minggu lalu sudah berjanji bahwa mereka akan satu
kelompok. Akan tetapi, betapa kecewanya Auby karena Wendy membatalkan janjinya
jika dia akan satu kelompok dengannya saat festival dance.
“Tenang aja! Kita mau kok satu
kelompok sama loe.” ucap Rocky pada Auby yang tengah melamun. Lalu, Auby pun
menoleh,
“Apa maksud kalian?” tanya Auby
pada mereka berempat.
“Loe nggak denger ya? Kita akan
satu kelompok waktu festival dance nanti, kalo loe nggak mau terus loe mau satu
kelompok sama siapa?” tanya Wilson padaku.
Auby mencoba mencerna apa yang
dikatakan Wilson. Dia ada benarnya juga ‘Jika tidak dengan mereka, mau satu
kelompok dengan siapa lagi gue?’ batinnya.
“Oke, gue mau.” Ucapku setuju
setelah berpikir beberapa menit.
Sejak saat itu, Auby sering
latihan bersama Jason, Rocky, Wilson, dan Sandy di atap sekolah. Jason, orang
yang paling perhatian pada Auby, tapi terkadang dia juga menyebalkan menurut
Auby.
“Loe nggak latihan buat kekuatan
kaki loe ya? Bukannya kemarin gue udah bilang sama loe ya? Kalo loe mau cepet
pinter ngedance, kaki loe itu harus kuat dulu!” celotehnya pada Auby.
“Tapi, gue nggak kuat kalo harus
lari muter lapangan 100 kali.” Protes Auby pada Jason.
“Terserah kalo loe nggak mau.”
Ucap Jason mulai sebal dan marah. Auby berpikir sebentar dan....
“Oke, gue akan lari muter lapangan
100 kali, tapi jangan marah dong Jason!” pinta Auby padanya. Jason lalu menatap
Auby dan mengganguk setuju.
Saat Auby berlari memutari
lapangan, Jason terlihat melamun dan memikirkan sesuatu. Wilson yang tahu bahwa
Jason yang dari tadi melamun akhirnya menghampirinya dan bertanya apa yang
sebenarnya terjadi. Jason pun menceritakan pertemuannya tadi dengan Rey.
“Gue tahu, loe dan tiga
temen-temen loe itu bukan manusia kan?” tanya Rey memulai pembicaraan. Jason
yang bingung hanya diam sambil memandang Rey.
“Kalian adalah ksatria yang muncul
dari boneka yang selalu Auby gantung di tasnya, gue bener kan?” kali ini Rey
bertanya memastikan.
“Dari mana loe bisa tau?” Jason
bertanya penasran.
“Gue dulu juga ksatria sama kaya
kalian, tapi sekarang gue adalah manusia seutuhnya.” Ucap Rey memberitahu Jason
yang penasaran.
“Kenapa loe bisa jadi manusia?”
tanya Jason lagi.
“Gue bisa berubah jadi manusia
karena cewek yang gue lindungi meninggal.” Jawab Rey. Jason hanya diam sambil
memikirkan kata-kata Rey tadi.
“Maaf, gue cuma mau kasih tau loe.
Loe bisa datang ke dunia ini karena Auby meneteskan air mata sedihnya untuk
yang pertama kali saat orang tuanya meninggal, tapi suatu saat ketika Auby
meneteskan air mata bahagianya, loe semua akan hilang dari dunia ini.” Lanjut
Rey kepada Jason.
“Terus kalo gue, Rocky, Wilson,
dan Sandy nggak hilang dari dunia ini...,” tiba-tiba ucapan Jason tertahan.
“Ya...., mungkin Auby yang akan
meninggal dan kalian akan jadi manusia kaya gue.” Ucap Rey kemudian pergi
meninggalkan Jason sendiri.
Setelah mendengar hal tersebut,
Jason, Rocky, Wilson, dan Sandy ingin membuat kenagan indah untuk Auby sebelum
mereka pergi.
Saat festival dance tiba, Rey
tiba-tiba datang menemui Auby dan mengatakan pada Auby bahwa sebenarnya Jason,
Rocky, Wilson, dan Sandy bukan manusia melainkan ksatria yang muncul dari
gantungan boneka di tas Auby. Awalnya Auby sempat tidak percaya, tapi ia
kemudian mulai percaya karena boneka yang tergantung di tasnya juga memiliki
nama yang sama dengan mereka berempat. Mereka berempat juga tahu beberapa
rahasia Auby yang sebenarnya hanya dia dan ibunya yang tahu. Saat itu pun Auby
percaya. Akan tetapi, ia tidak perduli mereka manusia atau bukan dan dari mana
mereka berasal. Ia pun lalu pergi meninggalkan Rey dan menghampiri Jason,
Rocky, Wilson, dan Sandy.
“Kita harus melakukan yang
terbaik! Oke?” perintah Auby kepada Jason, Rocky, Wilson, dan Sandy dengan
penuh semangat.
“Tenang aja, kita pasti menang
kok. Loe harusnya semangatin diri loe sendiri aja biar nanti di panggung nggak
salah gerakan!” ledek Sandy pada Auby.
“Apa loe bilang?” protes Auby pada
Sandy.
“Udah! Udah! Kalian mau dance kita
berantakan gara-gara kalian ngeributin masalah yang nggak penting kaya gini?”
tanya Jason pada mereka berdua.
“Maaf,” ucap Auby dan Sandy
bersamaan. Tidak lama kemudian, tim mereka pun dipanggil untuk segera naik ke
panggung.
Selama mereka berlima ngedance di
atas panggung, tidak ada satu kesalahan sedikitpun. Setelah selesai, mereka pun
lalu berkumpul di belakang panggung untuk menunggu hasil juaranya. Setelah
beberapa jam menunggu.....
“Saya akan mengumunkan siapa
pemenang festival dance tahun ini.” Ucap mc festival dance di atas panggung.
“Pemenang festival dance untuk
tahun ini adalah......... Aosky Sondy (singkatan dari Auby, Jason, Rocky,
Wilson, dan Sandy)” teriak mc festival dance.
Auby melompat-lompat kegirangan
karena timnya berhasil memenangkan festival dance. Pada saat itu, Auby
meneteskan air mata bahagianya. Saat keluar dari gedung tersebut, Jason
tiba-tiba berbicara,
“Auby, sebenarnya kita...,” belum
sempat Jason selesai berbicara tiba-tiba Auby memotong, “Gue udah tau kok,
kalian nggak usah khawatir! Gue nggak masalah kalian itu sebenernya siapa dan
dari mana.” Setelah itu, tiba-tiba tubuh Jason, Rocky, Wilson, dan Sandy mulai
kabur dan....
“Kenapa tubuh kalian..??” tanya
Auby.
“Jaga diri loe baik-baik ya!” ucap
Jason pada Auby.
“Kalian mau pergi ke mana? Jangan
tinggalin gue!” pinta Auby pada keempat ksatrianya. Akan tetapi, sebelum Auby
mendapat jawaban dari mereka, Jason, Rocky, Wilson, dan Sandy telah menghilang
dari hadapannya. Lalu, Auby pun menangis sambil menatap kepergian keempat
ksatrianya. Ia tidak menyangka jika mereka akan meninggalkannya secepat ini.


Komentar
Posting Komentar